Minggu, 28 April 2019

SPESIAL DO'A ORANG TUA (7)

“INSPIRASI PAGI”
VOL 97
“SPESIAL DO’A ORANG TUA”



اَللَّهُمَّ امْلَأْ قُلُوْبَ أَوْلَادِنَا نُوْرًا وَحِكْمَةً وَأَهْلِهِمْ لِقَبُوْلِ نِعْمَةٍ وَاَصْلِحْهُمْ وَاَصْلِحْ بِهِمُ الْأُمَّةَ

Artinya :  “Ya Allah, penuhilah hati anak-anak kami dengan cahaya dan hikmah, dan jadikan mereka hamba-hamba-Mu yang pantas menerima nikmat, dan perbaikilah diri mereka dan perbaiki pula umat ini melalui mereka”.

KETERANGAN : 

Ini merupakan doa bagus yang seyogyanya selalu dipanjatkan oleh kedua orang tua, agar anak anaknya menjadi anak yang berilmu dan berguna untuk umat secara luas. Alangkah senangnya ketika orangtua mempunyai anak sebagai tokoh yang  bisa menebarkan manfaat kepada mereka. Sungguh ini merupakan  amal jariyah luar biasa untuk orangtuanya. 

Doa ini memuat permohonan supaya diberi nur atau cahaya yang menerangi hati anak anak kita. Sehingga anak anak kita tidak tersesat dari jalan hidayah. 
Doa ini juga permohonan diberi hikmah.  Muatan hikmah sendiri sangat luas, meliputi :

Ø Sifat kenabian dan kerasulan (an-nubuwah wa ar-risalah).
Ø Memahami tafsir (takwil). 
Ø Faham al-Qur’an (tafsir al-Qur’an wa ta’wiluhu).
Ø Memahami rahasia dan detail-detail syariat Islam (al-ilm wa fahm ad-daqa’iq wa al-fiqh fi ad-din).
Ø Mengetahui perbedaan kebenaran dan kebathilan   (ma’rifatu al-haq wa al-amalu bihi).
Ø Amal shalih (al-amal al-shalih).
Ø Berani menghalangi kezhaliman (man’u azh-zhulm).
Ø Ketika menasihati dan memperingati,merasuk ke dlm jiwa (al-wa’zhu wa at-tazkir).
Ø Kemampuan akal memahami hukum-hukum syari’ah (hujjatu al-aql ala wifqi ahkam al-syari’ah).
Ø Bijaksana meletakkan sesuatu pada tempat yang semestinya (wadh’u asy-syai’ fi maudhi’ihi), atau mengerjakan apa yang semestinya dikerjakan, di saat dan momen yang tepat.

Semoga anak anak kita menjadi anak anak yang selalu dinaungi nur Allah dan selalu dibimbing dengan hikmahNya.

Selasa, 23 April 2019

Do'a Orang Tua (6)


“INSPIRASI PAGI”
VOL 96
“SPESIAL DO’A ORANG TUA”


Ke Enam : Do'a Agar Anak Berbakti Kepada Orang Tua.

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لِي فِي أَوْلَادِي وَلَا تَضُرَّهُمْ وَوَفِّقْهُمْ لِطَاعَتِكَ وَارْزُقْنِي بِرَّهُمْ

Artinya : “Ya Allah berilah barakah untuk hamba pada anak-anak hamba, janganlah Engkau timpakan mara bahaya kepada mereka, berilah mereka taufik untuk taat kepadaMu dan karuniakanlah hamba rejeki berupa bakti mereka”.

KETERANGAN :

Doa ini memuat empat permintaan untuk anak : 

1.    Minta supaya anak di berkahi hidupnya. 
2.    Supaya anak diselamatka dari segala macam mara bahaya.
3.    Supaya anak menjadi orang orang yang sholeh dan taat.
4.    Supaya anak menjadi orang yang berbakti kepada oramg tunya. Tidak ada menyenangkan hati kedua orangtua kecuali berbaktinya anak kepada keduanyanya. 

Doa orangtua itu diijabahi. Mari kita sebagai orangtua tidak bosan bosan untuk selalu mendoakan yang terbaik buat anak.  Selain kita menjadi orangtua, disisi lain kita juga tetap masih menjadi seorang anak dari bapak ibu kita. Oleh karenanya kita juga berdoa,  Semoga kita termasuk orang yang bisa berbakti kepada orang tua khususnya ibu serta  tidak melupakan jasa-jasanya. 

Jangan sampai anak-istri dan pekerjaan kita tidak menyibukkan kita dan melalaikan kita untuk berbakti dan memberikan perhatian kepada ibu kita. Ingatlah di masa kecil kita sangat sering membuat susah orang tua terutama ibu kita, bersabarlah ketika berbakti kepada keduanya.

Do'a Orang Tua (4)


“INSPIRASI PAGI”
VOL 95
“SPESIAL DO’A ORANG TUA”


Ke Empat : Do'a Agar Anak Menjadi Ahli Agama.

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوْلَادَنَا أَوْلَادًا صَالِحِيْنَ حَافِظِيْنَ لِلْقُرْآنِ وَالسُّنَّةِ فُقَهَاءَ فِى الدِّيْنِ مُبَارَكًا حَيَاتُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ
Artinya :  “Ya Allah, jadikanlah anak-anak kami anak yang sholih sholihah, orang-orang yang hafal Al-Qur’an dan Sunnah, orang-orang yang faham dalam agama dibarokahi kehidupan mereka di dunia dan di akhirat”.

KETERANGAN : 

Pemahaman tentang agama harus ditanamkan sejak dini oleh orang tua kepada anak-anaknya. Karena orang tua adalah pendidik pertama bagi anak, dari orang tua-lah anak mempelajari hal-hal mendasar dalam hidupnya.  Oleh karenanya orang tua harus terus memberikan teladan teladan baik untuk anak dan terus selalu mendoakan agar anak anak berprestasi duni dan berprestasi di akheratnya.  Belajar agama aembentuk karakter anak. Dengan pengetahuan ilmu agama yang cukup, sadar atau tidak hal ini akan membentuk karakter anak di masa depan. Seorang anak yang telah dibekali ilmu agama cukup saat usianya masih dini, ketika dewasa akan membuatnya bisa memahami dirinya sendiri. Ini juga membuatnya tak mudah terpengaruh dengan nilai-nilai negatif yang ada di sekitarnya.

Dengan kata lain agama adalah benteng terkuat untuk anak dari segala macam penyimpangan.  “Agama tanpa ilmu buta, sedangkan ilmu tanpa agama itu sesat”. Jadi pendidikan formal dan pendidikan agama harus dijalankan secara seimbang agar keduanya dapat saling melengkapi dalam mencapai kesuksesan. Bukankah kesuksesan itu tidak hanya diharapkan di dunia saja? Harapan utama adalah sukses di alam akherat.  Maka dari itu marilah kita didik anak-anak kita, adik-adik kita tentang agama sejak dini, namun juga harus selaras dengan pendidikan formal yang baik.  

Do'a Orang Tua (3)


“INSPIRASI PAGI”
VOL 94
“SPESIAL DO’A ORANG TUA”



رَبَّنَا هَب لَنَا مِن أَز وَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعيُن وَٱجعَلنَا لِلمُتَّقِينَ إِمَامًا

Artinya :  “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”. (QS al-Furqon : 74).

KETERANGAN :

Dalam doa ini, Allah memberikan suatu petunjuk yang sangat jelas bagi umat manusia, bagi umat islam di seluruh dunia tentang membina visi rumah tangga muslim. Ada tiga poin utama tujuan  hidup berumah tangga, yaitu :

1.       Pasangan yang menenangkan jiwa.
2.       Keturunan yang menyenangkan dimata karena prestasi dan kesholehannya. 
3.       Bisa menjadi pioner dalam kebaikan kepada orang-orang sekitar. 

Ada perintah untuk mencari pasangan yang baik, yang memiliki sinkronisasi dalam tujuan hidupnya:

1.       Visi misi rumah tangga sama
2.       Pemahaman agama yang baik, 
3.       Akhlak yang baik 

Jika ibu anak anak itu baik, maka anak yang dilahirkannya juga akan menjadi baik lewat pendidikannya kepada anak. Sebaliknya jika ibunya tidak mempunyai karakter sholehah maka dia tidak bisa menularkan kebaikan kepada anak, sehingga anakpun juga tidak mendapatkan pendidikan karakter sholeh.  Jadi wanita adalah tonggak keberhasilan dalam mewujudkan keluarga samara.

Al Hasan Al Bashri ditanya mengenai ayat di atas.
Beliau pun berkata :

أن يُري الله العبد المسلم من زوجته، ومن أخيه، ومن حميمه طاعة الله. لا والله ما شيء أقر لعين المسلم من أن يرى ولدا، أو ولد ولد، أو أخا، أو حميما مطيعا لله عز وجل.

“Yang ingin dilihat Allah pada hamba muslim dari istri, saudara, dan sahabat karibnya adalah mereka semua taat pada Allah. Wallahi, demi Allah, tidak ada sesuatu yang lebih menyenangkan pandangan mata seorang muslim melebihi ketaatan pada Allah yang ia lihat pada anak, cucu, saudara dan sahabat karibnya”.

Mari kita terus menerus memanjatkan doa ini, agar keluarga kita, suami/istri beserta anak cucu benar benar menjadi orang orang yang sholeh yang menyejukkan mata dan hati. InsyaaAllah, Amin.

Rabu, 17 April 2019

Do'a Orang Tua (2)


“INSPIRASI PAGI”
VOL 93
“SPESIAL DO’A ORANG TUA”


Ke Dua : Doa Nabi Ibrohim.
رَبِّ ٱجعَلنِي مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِيۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّل دُعَاء

Artinya : “Ya Rabbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku”. (Qs.Ibrahim : 40)

KETERANGAN :

Ketika Nabi Ibrahim as menempatkan isterinya Hajar dan putranya Ismail as di daerah Mekah yang kering dan tanpa tanaman beliau berdoa, “Ya Allah kedatangan kami di daerah ini untuk menegakkan shalat”. Di sini Nabi Ibrahim as berdoa agar beliau dan keturunannya menjadi orang-orang yang menegakkan shalat. 

Allah Swt menerima shalat serta memenuhi permohonan dan keperluannya. Lahirlah seorang anak bernama Ismail yang juga menjadi orang sholeh ahli sholat.  Para nabi dan auliya  tidak hanya memikirkan pelaksanaan shalat untuk dirinya. Tapi mereka juga  menjadi penanggungjawab penegakkan shalat di masyarakat dan menghidupkan budaya shalat.  Perintah ini tidak hanya mengajak manusia mengerjakan shalat namun menjadi penegak shalat sejati. Selain itu akhlak dan perbuatan mereka di tengah keluarga dan masyarakat pun berdasarkan ketawadhuan serta jauh dari kecongkakan dan takabur.

Tema ini mengingatkan kita untuk selalu belajar dari sejarah para pendahulu kita. Pelajaran  sejarah pada tema kali ini ialah bahwa kita sebagai manusia yang hidup zaman sekarang,  jangan melupakan generasi penerus kita untuk terus memeluk  dan mensyiarkan ajaran agama islam ini.  Jangan sampai agama ini berhenti di zaman kita sedang anak anak generasi penerus tidak mengerti aturan agama. 

Sebagai orang tua, mari dorong anak anak kita untuk selalu lebih mementingkan sholat daripada urusan lainnya. Mengapa harus sholat?? sebab sholat adalah pokok ajaran agama :

sholat pencegah dari segala macam penyimpangan anak. Jika anak tekun sholat maka anak akan aman dari penyimpangan dan kenakalan. 

Sholat juga merupakan tolak ukur dari kesuksesan. Jika anak terbiasa disiplin sholat maka dia juga akan terbiasa disiplin dalam segala urusan, sehingga prestasi gemilang dapat diraih oleh anak.

Do'a Orang Tua (1)


“INSPIRASI PAGI”
VOL 92
“SPESIAL DO’A ORANG TUA”


Pertama : Doa Meminta Keturunan Yang Unggul.

رَبِّ هَبۡ لِي مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةٗ طَيِّبَةًۖ إِنَّكَ سَمِيعُ ٱلدُّعَاء

Artinya : “Ya Rabbku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sungguh Engkau Maha Pendengar doa”. (QS.Ali Imron: 38).

KETERANGAN :

Diceritakan bahwa Nabi Zakaria sudah renta, tulang tulangnya sudah lemah dan rambutnya sudah memutih, akan tetapi sampai usia setua ini belum juga dikarunia anak turun.  Maka berdoalah nabi Zakaria alaihi salam dengan doa ini. Berulang ulang beliau memanjatkan doa, sehingga benar benar Allah kabulkan doa beliau dengan dianugrahi seorang anak bernama Yahya. 

Sebagian salaf mengatakan bahwa Zakaria bangun pada saat malam hari  lalu berdoa kepada Tuhannya dengan diam-diam tanpa diketahui banyak orang dan berdoa,”Wahai Robb, wahai Robb, wahai Robb” Allah berkata,”labbaik, labbaik, labbaik.” Zakaria mengatakan, “Sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban”. (QS. Maryam 4).
Maka Allah mengijabai, Firmannya :

يَا زَكَرِيَّا إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَامٍ اسْمُهُ يَحْيَى لَمْ نَجْعَل لَّهُ مِن قَبْلُ سَمِيًّا

Artinya :  “Hai Zakaria, Sesungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia”. (QS. Maryam : 7).

Doa ini merupakan doa untuk orang tua yang belum mempunyai anak atau memohon tambahan anak. Dengan meniru doa Nabi Zakaria ini insyaAllah Allah kabulkan dengan memberinya anak yang sholih. Pelajaran berharga yang dapat kita petik dari kisah Nabi Zakaria, yakni segala keinginan harus di selalu diupayakan dengan sabar dan terus mengulang ulang doa. Pasti keinginan tersebut akan terwujud. Karena tidak ada yang mustahil bagi Allah.

Tahapan Mendidik Anak (52)


“INSPIRASI PAGI”
VOL 91
“TAHAPAN MENDIDIK ANAK”


Ke Limapuluh Dua : Peduli  Kegemaran  Anak.

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu juga namun dalam redaksi lainnya disebutkan :

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَدْخُلُ عَلَى أُمِّ سُلَيْمٍ وَلَهَا ابْنٌ مِنْ أَبِي طَلْحَةَ يُكْنَى أَبَا عُمَيْرٍ وَكَانَ يُمَازِحُهُ فَدَخَلَ عَلَيْهِ فَرَآهُ حَزِينًا فَقَال:َ ))مَالِي أَرَى أَبَا عُمَيْرٍ حَزِينًا((
 فَقَالُوا: مَاتَ نُغَرُهُ الَّذِي كَانَ يَلْعَبُ بِهِ قَال:َ ))فَجَعَلَ يَقُولُ أَبَا عُمَيْرٍ مَا فَعَلَ النُّغَيْرُ((

Artinya : “Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dahulu pernah datang ke rumah Ummu Sulaim. Dia memiliki seorang anak dari Abu Thalhah yang dikenal dengan kunyah Abu ‘Umair. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa bercanda dengannya. Beliau mendatanginya dan melihatnya sedang sedih. Lalu beliau bertanya, “Ada apa dengan Abu ‘Umair, aku melihatnya sedang sedih?” Lalu para shahabat menjawab, “Burung kecilnya yang dia biasa bermain dengannya telah mati.” Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bertanya kepadanya, “Wahai Abu ‘Umair, ada apa dengan si Nughair?”. (HR. Ahmad no. 12980. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan, “Sanadnya sahih sesuai syarat Bukhari dan Muslim).

KETERANGAN :

Rasulullah saw memang benar benar manusia sempurna. Tidak hanya unggul dalam perkara perkara yang strategis seperti kepemimpinan, bisnis, siasat perang dan lain sebagainya. Namun beliau juga manusia yang peduli pada perkara perkara yang dipandang remeh. Diantaranya adalah  kepedulian beliau kepada anak anak.

Rasulullah SAW orang yang sangat dekat dengan anak anak. Dimata anak anak beliau orang dewasa yang santun dan menyenangkan. Hal itu dibuktikan dengan  Kebiasaan beliau yang mengajak canda tawa dengan anak anak di sekitarnya.  Pada suatu kesempatan beliau menghampiri Abu Umair (usia 2 tahun)  yang saat itu lagi sedih menangis karena burung piaraanya mati. Dengan penuh kepedulian dan  kelembutannya Rosulullah saw. menghampirinya dan menanyakan parihal keadaan beliau.  Hal ini juga menjadi teladan bagi kita orangtua ataupun guru, ketika melihat anak anak kita lagi mengalami kegundahan maka tugas orang tua atau guru adalah peduli. Kita dekati dia, sentuh hatinya, tanyakan apa permasalahannya, lalu kita carikan solusi yang menggembirakan untuk si anak. 

Semoga kita bisa menjadi orangtua dan pendidik yang menjadi sandaran anak yang dicintai anak dan yang terpenting semoga kita terus bersabar dan  aktif dalam mendidik anak, sehingga anak anak kita tumbuh menjadi anak anak yang sholeh dan sholehah. Amin. 

Tahapan Mendidik Anak (51)


“INSPIRASI PAGI”
VOL 90
“TAHAPAN MENDIDIK ANAK”


Ke Limapuluh Satu : Membelai Anak.

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu pun pernah bertutur :

مَا رَأَيْتُ أَحَدًا كَانَ أَرْحَمَ بِالْعِيَالِ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- – قَالَ – كَانَ إِبْرَاهِيمُ مُسْتَرْضِعًا لَهُ فِى عَوَالِى الْمَدِينَةِ فَكَانَ يَنْطَلِقُ وَنَحْنُ مَعَهُ فَيَدْخُلُ الْبَيْتَ وَإِنَّهُ لَيُدَّخَنُ وَكَانَ ظِئْرُهُ قَيْنًا فَيَأْخُذُهُ فَيُقَبِّلُهُ ثُمَّ يَرْجِعُ. قَالَ عَمْرٌو فَلَمَّا تُوُفِّىَ إِبْرَاهِيمُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- : إِنَّ إِبْرَاهِيمَ ابْنِى وَإِنَّهُ مَاتَ فِى الثَّدْىِ وَإِنَّ لَهُ لَظِئْرَيْنِ تُكَمِّلاَنِ رَضَاعَهُ فِى الْجَنَّةِ

Artinya :  “Aku tidak pernah melihat orang yang lebih penyayang kepada anak-anak melebihi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dahulu Ibrahim disusukan di suatu daerah yang bernama ‘Iwal Madinah (daerah perbukitan yang letaknya lebih kurang 10 km dari masjid Nabawi). Suatu hari beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pergi menjenguknya dan kami pun bersama beliau. Lalu beliau masuk ke rumah tersebut dan pada saat itu benar-benar banyak asap sebab suami ibu susu ini adalah seorang pandai besi. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengambil Ibrahim, menciumnya, dan kemudian pulang”. (HR. Bukhari no. 1303).

KETERANGAN :

Kedua orang tua dianjurkan untuk mencium dan membelai anak-anaknya baik yang laki-laki maupun yang perempuan. Mencium dan memeluk sang anak memiliki dampak psikologis yang positif bagi anak dan juga membangun kedekatan emosional antara anak dan orang tuanya.
Karena hal ini menunjukkan besarnya kasih sayang dan cinta orang tua kepada anaknya. Begitupun ketika anak sudah berjauhan dari orang tua, semisal mondok di pesantern, maka sepantasnya orangtua terus memantau dan sesekali mengunjunginya. Hal ini dilakukan agar anak merasa dipedulikan dan disayang.  

Mari kita menajdi orangtua yang mau menteladani pendidikan anak ala Nabi saw. Agar kita benar benar menjadi orangtua cerdas yang sayang kepada anak dana anakpun juga sayang kelada orangtua.