Rabu, 17 April 2019

Tahapan Mendidik Anak (52)


“INSPIRASI PAGI”
VOL 91
“TAHAPAN MENDIDIK ANAK”


Ke Limapuluh Dua : Peduli  Kegemaran  Anak.

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu juga namun dalam redaksi lainnya disebutkan :

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَدْخُلُ عَلَى أُمِّ سُلَيْمٍ وَلَهَا ابْنٌ مِنْ أَبِي طَلْحَةَ يُكْنَى أَبَا عُمَيْرٍ وَكَانَ يُمَازِحُهُ فَدَخَلَ عَلَيْهِ فَرَآهُ حَزِينًا فَقَال:َ ))مَالِي أَرَى أَبَا عُمَيْرٍ حَزِينًا((
 فَقَالُوا: مَاتَ نُغَرُهُ الَّذِي كَانَ يَلْعَبُ بِهِ قَال:َ ))فَجَعَلَ يَقُولُ أَبَا عُمَيْرٍ مَا فَعَلَ النُّغَيْرُ((

Artinya : “Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dahulu pernah datang ke rumah Ummu Sulaim. Dia memiliki seorang anak dari Abu Thalhah yang dikenal dengan kunyah Abu ‘Umair. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa bercanda dengannya. Beliau mendatanginya dan melihatnya sedang sedih. Lalu beliau bertanya, “Ada apa dengan Abu ‘Umair, aku melihatnya sedang sedih?” Lalu para shahabat menjawab, “Burung kecilnya yang dia biasa bermain dengannya telah mati.” Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bertanya kepadanya, “Wahai Abu ‘Umair, ada apa dengan si Nughair?”. (HR. Ahmad no. 12980. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan, “Sanadnya sahih sesuai syarat Bukhari dan Muslim).

KETERANGAN :

Rasulullah saw memang benar benar manusia sempurna. Tidak hanya unggul dalam perkara perkara yang strategis seperti kepemimpinan, bisnis, siasat perang dan lain sebagainya. Namun beliau juga manusia yang peduli pada perkara perkara yang dipandang remeh. Diantaranya adalah  kepedulian beliau kepada anak anak.

Rasulullah SAW orang yang sangat dekat dengan anak anak. Dimata anak anak beliau orang dewasa yang santun dan menyenangkan. Hal itu dibuktikan dengan  Kebiasaan beliau yang mengajak canda tawa dengan anak anak di sekitarnya.  Pada suatu kesempatan beliau menghampiri Abu Umair (usia 2 tahun)  yang saat itu lagi sedih menangis karena burung piaraanya mati. Dengan penuh kepedulian dan  kelembutannya Rosulullah saw. menghampirinya dan menanyakan parihal keadaan beliau.  Hal ini juga menjadi teladan bagi kita orangtua ataupun guru, ketika melihat anak anak kita lagi mengalami kegundahan maka tugas orang tua atau guru adalah peduli. Kita dekati dia, sentuh hatinya, tanyakan apa permasalahannya, lalu kita carikan solusi yang menggembirakan untuk si anak. 

Semoga kita bisa menjadi orangtua dan pendidik yang menjadi sandaran anak yang dicintai anak dan yang terpenting semoga kita terus bersabar dan  aktif dalam mendidik anak, sehingga anak anak kita tumbuh menjadi anak anak yang sholeh dan sholehah. Amin. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar