“INSPIRASI PAGI”
VOL 91
“TAHAPAN MENDIDIK
ANAK”
Ke Limapuluh
Dua : Peduli Kegemaran Anak.
Dari
Anas radhiyallahu ‘anhu juga namun dalam redaksi lainnya disebutkan :
أَنَّ
النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَدْخُلُ عَلَى أُمِّ
سُلَيْمٍ وَلَهَا ابْنٌ مِنْ أَبِي طَلْحَةَ يُكْنَى أَبَا عُمَيْرٍ وَكَانَ
يُمَازِحُهُ فَدَخَلَ عَلَيْهِ فَرَآهُ حَزِينًا فَقَال:َ ))مَالِي أَرَى أَبَا عُمَيْرٍ حَزِينًا((
فَقَالُوا: مَاتَ نُغَرُهُ الَّذِي كَانَ يَلْعَبُ بِهِ قَال:َ ))فَجَعَلَ يَقُولُ أَبَا عُمَيْرٍ مَا فَعَلَ النُّغَيْرُ((
Artinya
: “Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dahulu
pernah datang ke rumah Ummu Sulaim. Dia memiliki seorang anak dari Abu Thalhah
yang dikenal dengan kunyah Abu ‘Umair. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam
biasa bercanda dengannya. Beliau mendatanginya dan melihatnya sedang sedih.
Lalu beliau bertanya, “Ada apa dengan Abu ‘Umair, aku melihatnya sedang sedih?”
Lalu para shahabat menjawab, “Burung kecilnya yang dia biasa bermain dengannya
telah mati.” Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bertanya kepadanya,
“Wahai Abu ‘Umair, ada apa dengan si Nughair?”. (HR. Ahmad no. 12980.
Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan, “Sanadnya sahih sesuai syarat Bukhari dan
Muslim).
KETERANGAN
:
Rasulullah
saw memang benar benar manusia sempurna. Tidak hanya unggul dalam perkara
perkara yang strategis seperti kepemimpinan, bisnis, siasat perang dan lain
sebagainya. Namun beliau juga manusia yang peduli pada perkara perkara yang
dipandang remeh. Diantaranya adalah kepedulian beliau kepada anak anak.
Rasulullah
SAW orang yang sangat dekat dengan anak anak. Dimata anak anak beliau orang
dewasa yang santun dan menyenangkan. Hal itu dibuktikan dengan Kebiasaan
beliau yang mengajak canda tawa dengan anak anak di sekitarnya. Pada
suatu kesempatan beliau menghampiri Abu Umair (usia 2 tahun) yang saat
itu lagi sedih menangis karena burung piaraanya mati. Dengan penuh kepedulian
dan kelembutannya Rosulullah saw. menghampirinya dan menanyakan parihal
keadaan beliau. Hal ini juga menjadi teladan bagi kita orangtua ataupun
guru, ketika melihat anak anak kita lagi mengalami kegundahan maka tugas orang
tua atau guru adalah peduli. Kita dekati dia, sentuh hatinya, tanyakan apa
permasalahannya, lalu kita carikan solusi yang menggembirakan untuk si
anak.
Semoga
kita bisa menjadi orangtua dan pendidik yang menjadi sandaran anak yang
dicintai anak dan yang terpenting semoga kita terus bersabar dan aktif
dalam mendidik anak, sehingga anak anak kita tumbuh menjadi anak anak yang
sholeh dan sholehah. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar