“INSPIRASI PAGI”
VOL 86
“TAHAPAN MENDIDIK
ANAK”
Empat
Puluh Tujuh : Memuji Prestasi Anak.
سَيَأْتِيْكُمْ
أَقْوَامٌ يَطْلُبُوْنَ الْعِلْمَ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمْ فَقُوْلُوْا لَهُمْ))
: مَرْحَباً مَرْحَباً
بِوَصِيَّةِ رَسُوْلِ اللهِ((
رواه
ابن ماجة (247(
Artinya : “Akan datang
kepada kalian kaum yang menuntut ilmu; bila kalian mendapatinya, maka
katakanlah kepada mereka selamat datang, selamat datang orang yang menjadi
wasiat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam”. [HR Ibnu Majah no. 247].
KETERANGAN
:
Rosulullah
SAW mengajarkan kepada umatnya untuk menghormati anak anak penuntut ilmu. Tak
terkecuali orang tua, sangat dituntut memuji dan mengapresiasi seberapapun
hasil sekolah anak. Dengan pujian ini maka anak akan termotivasi lagi
untuk lebih giat belajar. Oleh karena itu, dahulu, para ulama dan para
pendidik berbicara kepada para anak anak penuntut ilmu dengan perkataan yang
bagus, tawadhu`, mencintai mereka dan bermuamalah secara baik dengan mereka.
Demikian
juga dengan para pelajar, mereka mencintai para pendidik, senang bersama mereka,
menghormati dan memuliakan guru-gurunya, serta mengambil faedah dari mereka
sebaik-baiknya. Sehingga
lantaran muamalah yang baik antara pendidik dengan murid, maka semua akan
mendapatkan banyak manfaat dan kesuksesan. Sebagai permisalan, ketika anak
pulang sekolah, dengan membawa lelah dan kantuknya, lalu disambut gembira oleh
orangtuanya, maka anak merasa dihargai, jerih payah sekolahnya
merasa tidak sia sia. Selanjutnya tumbuh semangat dalam diri anak untuk
semangat belajar.
Mari kita menjadi orangtua yang selalu menghargai anak.
Dengan begitu anak secara otomatis akan mudah tergerakkan dalam berbagai
kegiatan, tanpa harus adanya paksaan dari orangtua.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar