Rabu, 20 Februari 2019

Inspirasi Pagi vol. 17. "Dzikir Pagi I"


“INSPIRASI PAGI”
VOL 17
“DZIKIR PAGI I”



أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ
Ash-bahnaa wa ash-bahal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodir. Robbi as-aluka khoiro maa fii hadzal yaum wa khoiro maa ba’dahu, wa a’udzu bika min syarri maa fii hadzal yaum wa syarri maa ba’dahu. Robbi a’udzu bika minal kasali wa su-il kibar. Robbi a’udzu bika min ‘adzabin fin naari wa ‘adzabin fil qobri.

Artinya : “Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di alam kubur.” (Dibaca 1 x)

PELAJARAN :

Mari membiasakan diri kita dan juga  putra putri kita untuk melazimi dzikir-dzikir pagidan petang. Dzikir-dzkir ini jika diamalkan secara istiqomah maka benar benar akan membuahkan hasil sebagaimana yang dijanjikan dalam hadits-haditsnya. 

Faedah membaca dzikir ini ialah  : 

Ø Allah akan berikan segala kebaikan di hari ini dan kebaikan di hari sesudahnya.
Ø Allah juga akan berikan keselamatan atau terhindar dari kejelekan di hari ini dan kejelekan dihari sesudahnya.
Ø Akan terhindar dari rasa malas dalam rangka mengerjakan kebaikan. 
Ø Akan terhindar dari kejelekan di masa tua, maksudnya bila umur mencapai tua maka Allah akan menjaga dari kepikunan dan berbagai madhorot lainnya.
Ø Allah akan  menyelamatkan dari siksa kubur dan siksa neraka yang merupakan siksa terberat di hari kiamat kelak. [HR.Muslim no. 2723, sohih ]. 

Semoga kita bisa istiqomah melazimi wirid ini.
Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar