Selasa, 05 Maret 2019

INSPIRASI PAGI Vol. 42 : TAHAPAN MENDIDIK ANAK (3)


“INSPIRASI PAGI”
VOL 42
“TAHAPAN MENDIDIK ANAK”



Ketiga : Jangan berbohong kepada anak meskipun bergurau.

Dalam mendidik anak menurut Islam orang tua dilarang berbohong meski main-main:

إِنَّ الْكَذِبَ لَا يُصْلِحُ مِنْهُ جَدٌّ وَلَا هَزْلٌ ، وَلَا أَنْ يَعُدَّ الرَجُلُ ابْنَهُ ثُمَّ لَا يَنْجِزَ لَهُ

Artinya : “Sesungguhnya kebohongan itu tidak pantas dilakukan dengan sungguh-sungguh ataupun main-main. Dan juga seorang ayah berjanji kepada anaknya kemudian janji itu tidak dipenuhi”. (HR. Al Hakim).

قال النبي صلى الله عليه وسلم: مَنْ قاَلَ لِصَبِيِّ: تَعَالْ هَاكَ ) :ثُمَّ لَمْ يُعْطِهِ شَيْئًا فَهِيَ كَذِبَةٌ(

Artinya : “Barangsiapa yang berkata kepada anak kecil “kemarilah” ambilah ini- akan tetapi dia tidak memberikannya, maka sungguh perbuatan itu termasuk dusta”. (HR. Ahmad).

PELAJARAN :

Berbohong adalah akhlak tercela. Tidak selayaknya perbuatan berbohong diperlihatkan kepada anak, meski hanya sekedar bergurau. Jika orang tua mencontohkan berbohong kepada anak, maka anak akan memahami bahwa berbohong itu boleh. Dan bahayanya nanti anak akan ikut ikut berbohong.

Sebagai orang tua, mari ajari putra putri kita untuk terbiasa jujur dalam keseharian kita. Kejujuran adalah modal utama hidup bersosial di masyarakat. Tanpa kejujuran maka hinalah hidup seorang manusia. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar