“INSPIRASI PAGI”
VOL 42
“TAHAPAN MENDIDIK
ANAK”
Ketiga
: Jangan berbohong kepada anak meskipun bergurau.
Dalam
mendidik anak menurut Islam orang tua dilarang berbohong meski main-main:
إِنَّ الْكَذِبَ لَا يُصْلِحُ مِنْهُ جَدٌّ وَلَا هَزْلٌ ، وَلَا
أَنْ يَعُدَّ الرَجُلُ ابْنَهُ ثُمَّ لَا يَنْجِزَ لَهُ
Artinya
: “Sesungguhnya kebohongan itu tidak pantas dilakukan dengan
sungguh-sungguh ataupun main-main. Dan juga seorang ayah berjanji kepada
anaknya kemudian janji itu tidak dipenuhi”. (HR. Al Hakim).
قال
النبي صلى الله عليه وسلم: مَنْ قاَلَ لِصَبِيِّ: تَعَالْ هَاكَ )
:ثُمَّ لَمْ يُعْطِهِ
شَيْئًا فَهِيَ كَذِبَةٌ(
Artinya
: “Barangsiapa yang berkata kepada anak kecil “kemarilah”
ambilah ini- akan tetapi dia tidak memberikannya, maka sungguh perbuatan itu
termasuk dusta”. (HR. Ahmad).
PELAJARAN
:
Berbohong
adalah akhlak tercela. Tidak selayaknya perbuatan berbohong diperlihatkan
kepada anak, meski hanya sekedar bergurau. Jika orang tua mencontohkan
berbohong kepada anak, maka anak akan memahami bahwa berbohong itu boleh. Dan
bahayanya nanti anak akan ikut ikut berbohong.
Sebagai
orang tua, mari ajari putra putri kita untuk terbiasa jujur dalam keseharian
kita. Kejujuran adalah modal utama hidup bersosial di masyarakat. Tanpa
kejujuran maka hinalah hidup seorang manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar