Selasa, 05 Maret 2019

INSPIRASI PAGI Vol. 44 : TAHAPAN MENDIDIK ANAK (5)


“INSPIRASI PAGI”
VOL 44
“TAHAPAN MENDIDIK ANAK”



Ke lima : Ciuman Kasih Sayang

Ada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radiyallahuanhu :

قَبَّلَ النَّبِىّ صلى الله عليه وسلم الْحَسَنَ بْنَ عَلِىٍّ ، وَعِنْدَهُ الأقْرَعُ بْنُ حَابِسٍ التَّمِيمِىُّ جَالِسًا ، فَقَالَ الأقْرَعُ  :إِنَّ لِى عَشَرَةً مِنَ الْوَلَدِ مَا قَبَّلْتُ مِنْهُمْ أَحَدًا ، فَنَظَرَ إِلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم، ثُمَّ قَالَ : مَنْ لا يَرْحَمُ لا يُرْحَمُ

Artinya : “Nabi shallallahualaihi wa sallam mencium Al-Hasan bin Ali, dan di sisi Nabi ada Al-Aqro bin Haabis At-Tamimiy yang sedang duduk. Maka Al-Aqro' berkata, “Aku memiliki 10 orang anak, tidak seorangpun dari mereka yang pernah kucium” Maka Rasulullah shallallahualaihi wasallampun melihat kepada Al-Aqro lalu nabi berkata, “Barangsiapa yang tidak merahmati atau menyayangi maka ia tidak akan dirahmati”. (HR Al-Bukhari no 5997 dan Muslim no 2318).

PELAJARAN : 

Anak mempunyai hati yang lembut. Anak membutuhkan belaian dan sentuhan sayang dari orang tua. Mencium anak adalah sebuah tradisi yang bagus dalam manajemen pendidikan anak. Kebiasaan mencium anak menandakan bahwa dirinya mempunyai kasih sayang yang tinggi. 
Jika ada orang tua yang tidak mau mencium anak, berarti dia bukan tipe orang yang berkasih sayang.  Dan Allah pun juga tidak sayang kepada orang tersebut. 

Mari sentuh perasaan anak dengan ciuman kasih sayang. Agar kelak anak mudah untuk di didik dan diarahkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar