“INSPIRASI PAGI”
VOL 44
“TAHAPAN MENDIDIK
ANAK”
Ke
lima : Ciuman Kasih Sayang
Ada
sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radiyallahuanhu :
قَبَّلَ
النَّبِىّ صلى الله عليه وسلم الْحَسَنَ بْنَ عَلِىٍّ ، وَعِنْدَهُ الأقْرَعُ بْنُ
حَابِسٍ التَّمِيمِىُّ جَالِسًا ، فَقَالَ الأقْرَعُ :إِنَّ لِى عَشَرَةً مِنَ الْوَلَدِ مَا قَبَّلْتُ مِنْهُمْ أَحَدًا
، فَنَظَرَ إِلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم، ثُمَّ قَالَ : مَنْ لا
يَرْحَمُ لا يُرْحَمُ
Artinya
: “Nabi shallallahualaihi wa sallam mencium Al-Hasan bin Ali,
dan di sisi Nabi ada Al-Aqro bin Haabis At-Tamimiy yang sedang duduk. Maka
Al-Aqro' berkata, “Aku memiliki 10 orang anak, tidak seorangpun dari mereka yang
pernah kucium” Maka Rasulullah shallallahualaihi wasallampun melihat kepada
Al-Aqro lalu nabi berkata, “Barangsiapa yang tidak merahmati atau menyayangi maka
ia tidak akan dirahmati”. (HR Al-Bukhari no 5997 dan Muslim no 2318).
PELAJARAN
:
Anak
mempunyai hati yang lembut. Anak membutuhkan belaian dan sentuhan sayang dari
orang tua. Mencium anak adalah sebuah tradisi yang bagus dalam manajemen
pendidikan anak. Kebiasaan mencium anak menandakan bahwa dirinya mempunyai
kasih sayang yang tinggi.
Jika
ada orang tua yang tidak mau mencium anak, berarti dia bukan tipe orang yang
berkasih sayang. Dan Allah pun juga tidak sayang kepada orang
tersebut.
Mari
sentuh perasaan anak dengan ciuman kasih sayang. Agar kelak anak mudah untuk di
didik dan diarahkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar