Selasa, 05 Maret 2019

INSPIRASI PAGI Vol. 47 : TAHAPAN MENDIDIK ANAK (8)


“INSPIRASI PAGI”
VOL 47
“TAHAPAN MENDIDIK ANAK”



Ke Delapan : Mengenalkan Islam

عَنْ هُرَيْرَةَ رَضِي اللَّه عَنْه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلا يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ كَمَا تُنْتَجُ الْبَهِيمَةُ بَهِيمَةً جَمْعَاءَ هَلْ تُحِسُّونَ فِيهَا مِنْ جَدْعَاءَ ثُمَّ يَقُولُ أَبُو هُرَيْرَةَ رَضِي اللَّه عَنْه (فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ (أخرجه البخاري في كتاب الجنائز(

Artinya : Dari (Abu) Hurairah ra. Dia berkata: Rasulullah SAW bersabda :Tidak ada seorang anakpun kecuali ia dilahirkan menurut “fitrah”. Kedua orang tuanyalah yang akan menjadikan ia yahudi, nasrani, dan majusi ”. (HR al-bukhari dalam kitab jenazah).

PELAJARAN : 

Merupakan tanggungjawab pokok orang tua ialah memahamkan anak terhadap agama Islam yang dipeluk. Jangan sampai keislaman anak kita hanya sebatas status, tidak mengerti  syariat, hakikat dan tujuan beragama Islam.  Kata “fitrah” dalam hadits disini menjadi titik permasalahan.  Menurut jumhur ulama’, terdapat “tiga pemahaman arti fitrah” yaitu:

1.    Fitrah adalah suatu keadaan dimana ia terlepas dari dosa-dosa
2.    Fitrah adalah sebagai tabi’at dasar manusia yang sudah tertanam sejak lahir
3.    Konsep ketuhanan yang sudah ditanamkan dari sejak zaman sebelum dilahirkan.

Kondisi anak seperti kertas putih polos. Dengan kertas ini maka terserah mau ditulisi atau digambari apa saja yang dikehendaki penulis.  Demikian halnya dengan anak, warna dan isi hati di fikiran anak tergantung orang tuanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar