“INSPIRASI PAGI”
VOL 60
“TAHAPAN MENDIDIK
ANAK”
Ke
duasatuh : Arah Pendidikan Anak
قَالَ
النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم) : كُنْ عَالِمًا اَوْ مُتَعَلِّمًا اَوْ مُسْتَمِعًا اَوْ مُحِبًا
وَلَا تَكُنْ خَامِسًا فَتُهْلِكَ (رَوَاهُ الْبَيْهَقِ
Artinya : Telah bersabda Rasulullah SAW : “Jadilah engkau orang
yang berilmu (pandai) atau orang yang belajar, atau orang yang mendengarkan
ilmu atau yang mencintai ilmu. Dan janganlah engkau menjadi orang yang kelima
maka kamu akan celaka”. (H.R Baihaqi).
KETERANGAN
:
Sebagai
orangtua harus mempunyai visi dan misi yang jelas akan arah pendidikan anak
anaknya. Dengan begitu langkah langkah dalam mendidik akan mudah untuk di
terapkan.
Dalam
hadits ini Rasulullah saw mengelompokkan generasi muda dalam lima kelompok :
1.
'Alim (orang yang berilmu).
2.
Muta'aliman (penuntut ilmu).
3.
Mustami'an (pendengar ilmu).
4.
Muhibban (orang yang cinta ilmu dan
orang yang berilmu).
Tidak menjadi salah satu dari keempat itu. Begitulah
seharusnya kita ini, untuk menjadi salah satu dari empat itu. Syukur berusaha
untuk menjadi 'almi, jika kita tidak mampu meraih level 'alim maka kita
usahakan anak anak kita menduduki level ini. Semoga Allah permudah langkah kita,
amiin.
Ke
empat kelompok tersebut adalah orang orang yang beruntung. Namun kelompok yang
ke lima adalah kelompok yang sengsara. Intinya orang yang beruntung
ialah orang yang berkecimpung dalam ilmu.
Sebab
dengan ilmu mengantarkan kepada perbaikan diri sehingga menjadi manusia mulia
dunia dan akhirat. Ilmu agama adalah pondasi utama dalam kemuliaan hidup,
maka harus menjadi “prioritas utama” untuk dipelajari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar