“INSPIRASI PAGI”
VOL 79
“TAHAPAN MENDIDIK
ANAK”
Ke Empat
puluh : Doa Orangtua Yang
Mustajab.
Dari
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda :
ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ
الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
Artinya
: “Ada tiga doa yang
mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang tua, doa orang yang
bepergian (safar) dan doa orang yang terzalimi”. (HR. Abu Daud no. 1536,
Ibnu Majah no. 3862 dan Tirmidzi no. 1905, hadits ini hasan)
KETERANGAN
:
Ada
tiga doa yang mustajab (didengar dan diijabai oleh Allah). Tiga doa itu ialah :
1. Doa orang tua untuk
anaknya
2. Doa
musafir(orang yang sedang bepergian jauh)
3. Doa orang
terdholimi.
Begitu
strategisnya posisi doa orangtua dihadapan Allah, maka sebagai orangtua
hendaknya berupaya mendoa dengan doa doa baik untuk anaknya, hindari kalimat
kalimat celaan kepada anak, karena kita tidak mengerti dari sekian banyak
kalmat, mana yang sekiranya mustajab di hadapan Allah. Oleh karenanya
jangan sampai orang tua melupakan doa baik pada anaknya, walau mungkin saat ini
anak tersebut masih sulit diatur. “Hidayah dan taufik di tangan Allah” Siapa
tahu ke depannya, ia menjadi anak yang shalih dan manfaat untuk orang tua
berkat doa yang tidak pernah putus-putusnya.
Orang
tua adalah sosok kramat bagi anak. “Hendaknya pula seorang anak selalu meminta
doa restu kepada orangtua” untuk kesejahteraannya dunia hingga akhirat. “Buatlah
senang hati” orangtua, agar doa doa yang terlontar dari lisannya adalah kalimat
kalimat baik. “Jangan sampai menyakiti hati orangtua”, bisa bisa orang tua
salah berucap sehingga kesengsaraan menghantui sang anak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar