“INSPIRASI PAGI”
VOL 78
“TAHAPAN MENDIDIK
ANAK”
Ketigapuluh
Sembilan : Menjadikan Masjid Ramah Anak.
عن عبد
الله بن شداد بن الهاد عن أبيه قال :بينما
رسول الله - صلى الله عليه وسلم -يصلي بالناس إذ جاءه الحسين فركب عنقه وهو ساجد،
فأطال السجود بالناس، حتى ظنوا أنه قد حدث أمر، فلما قضى صلاته قالوا: قد أطلت
السجود يا رسول الله، حتى ظننا أنه قد حدث أمر، فقال : إنَّ
ابني قد ارْتَحَلني، فَكَرِهْتُ أَنْ أُعَجِّلَهُ حتى يَقْضِيَ حَاجَتَهُ
) . رواه النسائي والبيهقي وصححه الألباني(
Artinya
: Dari Abdullah bin Syaddad bin Al Hadi dari bapaknya beliau
berkata : “Ketika Rasulullah sholat mengimami para sahabat, Al Husain cucu
beliau datang dan menaiki leher dan tengkuk beliau ketika beliau sedang
bersujud, maka beliaupun memperlama sujudnya, sampai para sahabat mengira telah
terjadi sesuatu, ketika sholat sudah selesai, merekapun berkata : Engkau
telah memperlama sujud wahai Rasulullah, sampai kami mengira telah terjadi sesuatu,
maka beliaupun bersabda : “Sesungguhnya putraku ( cucuku ) menunggangku, dan
aku tidak mau menghalanginya sampai dia puas melakukannya”. ( HR. An
nasa’i dan Al baihaqi, Hadits Sohih ).
KETERANGAN
:
Jadikan
masjid ramah kepada anak. Keberadaan anak anak di masjid merupakan prestasi
bagus yang harusya dipuji. Karena merekalah generasi mendatang pemakmur masjid
ketika para orang tua telah tiada. Namun sayangnya sekarang banyak kita
jumpai masjid masjid yang tidak ramah terhadap anak. Ketika didapati banyak
anak anak yang ikut kegiatan ibadah di masjid melakukan keributan maka para
dewasa dengan galaknya membentak anak anak tersebut dengan alasan mengganggu
orang ibadah. Dengan begitu menyebabkan anak kapok enggan kemasjid. Karena
didalam benak mereka tertanam bahwa masjid tempat yang paling menyeramkan. Perlu
diketahui bahwa sifat ribut pada anak anak itu adalah hal yang lumrah sesuai
dengan tabiat. Adalah sebuah hal yang amat berat bagi anak ketika hanya lima
menit saja harus diam tanpa canda tawa. Cukuplah bagi orang tua untuk
mengarahkan dengan lembut dan santun, tanpa harus membentak dan galak.
Perhatikan
hadits diatas.
Rosulullah
saw biasa membawa cucunya ikut berangkat ke masjid untuk menyaksikan dan
membiasakannya akrab dengan masjid. Satu hal yang menarik dalam hadits
itu, ketika cucunya berulah maka Rosulullah saw mensikapinya dengan lembut dan
santun, sama sekali tidak memarahinya.
Jadikan
masjid ramah anak. Biarkan anak kita jatuh cinta dengan masjid.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar