Senin, 25 Maret 2019

Tahapan Mendidik Anak (39)


“INSPIRASI PAGI”
VOL 78
“TAHAPAN MENDIDIK ANAK”
  


Ketigapuluh Sembilan : Menjadikan Masjid Ramah Anak.

عن عبد الله بن شداد بن الهاد عن أبيه قال :بينما رسول الله - صلى الله عليه وسلم -يصلي بالناس إذ جاءه الحسين فركب عنقه وهو ساجد، فأطال السجود بالناس، حتى ظنوا أنه قد حدث أمر، فلما قضى صلاته قالوا: قد أطلت السجود يا رسول الله، حتى ظننا أنه قد حدث أمر، فقال : إنَّ ابني قد ارْتَحَلني، فَكَرِهْتُ أَنْ أُعَجِّلَهُ حتى يَقْضِيَ حَاجَتَهُ ) . رواه النسائي والبيهقي وصححه الألباني(

Artinya : Dari Abdullah bin Syaddad bin Al Hadi  dari bapaknya beliau berkata : “Ketika Rasulullah sholat mengimami para sahabat, Al Husain cucu beliau datang dan menaiki leher dan tengkuk beliau ketika beliau sedang bersujud, maka beliaupun memperlama sujudnya, sampai para sahabat mengira telah terjadi sesuatu, ketika sholat sudah selesai, merekapun berkata : Engkau telah memperlama sujud wahai Rasulullah, sampai kami mengira telah terjadi sesuatu, maka beliaupun bersabda : “Sesungguhnya putraku ( cucuku ) menunggangku, dan aku tidak mau menghalanginya sampai dia puas melakukannya”. ( HR. An nasa’i dan Al baihaqi, Hadits Sohih ).

KETERANGAN :

Jadikan masjid ramah kepada anak. Keberadaan anak anak di masjid merupakan prestasi bagus yang harusya dipuji. Karena merekalah generasi mendatang pemakmur masjid ketika para orang tua telah tiada.  Namun sayangnya sekarang banyak kita jumpai masjid masjid yang tidak ramah terhadap anak. Ketika didapati banyak anak anak yang ikut kegiatan ibadah di masjid melakukan keributan maka para dewasa dengan galaknya membentak anak anak tersebut dengan alasan mengganggu orang ibadah. Dengan begitu menyebabkan anak kapok enggan kemasjid. Karena didalam benak mereka tertanam bahwa masjid tempat yang paling menyeramkan. Perlu diketahui bahwa sifat ribut pada anak anak itu adalah hal yang lumrah sesuai dengan tabiat. Adalah sebuah hal yang amat berat bagi anak ketika hanya lima menit saja harus diam tanpa canda tawa. Cukuplah bagi orang tua untuk mengarahkan dengan lembut dan santun, tanpa harus membentak dan galak. 

Perhatikan hadits diatas. 

Rosulullah saw biasa membawa cucunya ikut berangkat ke masjid untuk menyaksikan dan membiasakannya akrab dengan masjid.  Satu hal yang menarik dalam hadits itu, ketika cucunya berulah maka Rosulullah saw mensikapinya dengan lembut dan santun, sama sekali tidak memarahinya. 

Jadikan masjid ramah anak. Biarkan anak kita jatuh cinta dengan masjid. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar