“INSPIRASI PAGI”
VOL 89
“TAHAPAN MENDIDIK
ANAK”
Lima
puluh : Siap Menghadapi Yang tak
Terduga.
Rasulullah
sangat bersedih dengan kepergian putra kecilnya yang menjadi penyejuk hatinya
ini. Ketika Ibrahim wafat, Rasulullah SAW bersabda :
“إن العين تدمع،
والقلب يحزن، ولا نقول إلا ما يُرْضِى ربنا، وإنا بفراقك يا إبراهيم لمحزونون”
رواه البخاري
Artinya
: “Sesungguhnya mata ini menitikkan air mata dan hati ini
bersedih, namun kami tidak mengatakan sesuatu yang tidak diridhai Rab kami.
Sesungguhnya kami bersedih dengan kepergianmu wahai Ibrahim”. (HR. Bukhari).
KETERANGAN
:
Ketika
suatu saat misalkan anak kesayangan diambil oleh Allah maka maka apa yang harus
orangtua perbuat ? Dalam hadits ini suri tauladan kita nabi Muhammad saw
memberikan contoh bagaimana harus tetap tabah ketika ditinggal oleh si buah
hati. Beliau mencontohkan untuk boleh bersedih dan menangis, namun beliau
tidak berlebihan di dalam kesedihannya. Maksudnya beliau hanya bersedih di hati
dan dilampiaskan degan kucuran air mata, tidak ada ada pelampiasan dalam bentuk
perkataan, tindakan atau perbuatan. Ini contoh mulia dari Nabi saw. Keadaan
yang tak terduka seperti ini juga harus kita mengerti bersama, pasalnya kita
dan apa yang menjadi milik kita ini hakekatnya adalah titipan dari Allah, maka
harus siap suatu saat barang titipan tersebut diambil oleh pemiliknya.
Dengan
menyadari hal ini, maka orang tua akan menjadi orangtua yang bijaksana,
sehingga suatu saat nanti Allah akan memberi anugerah anak yang lebih baik
lagi. Sebagai pengetahuan saja, bahwa Ibrahim dilahirkan pada tahun 8 H
di Kota Madinah. Dia adalah anak terakhir dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wa sallam, dilahirkan dari rahim Maria al-Qibthiyah radhiallahu ‘anha. Maria
adalah seorang budak yang diberikan Muqauqis, penguasa Mesir, kepada
Rasulullah. Lalu Maria mengucapkan syahadat dan dinikahi oleh Nabi shallallahu ‘alaihi
wa sallam. Usia Ibrahim tidak panjang, ia wafat pada tahun 10 H saat berusia 17
atau 18 bulan.
Nabi
Muhammad adalah manusia paling kuat dan tabah. Tidak ada manusia yang cobaannya
melebihi cobaan beliau. Kalau kita perhatikan perjalanan hidup
Rasulullah bersama anak-anaknya, niscaya kita dapati pelajaran dan hikmah yang
banyak. Allah Ta’ala mengaruniakan beliau 3 putra dan 4 putri yang merupakan
tanda kesempurnaan beliau sebagai manusia. Namun Allah juga mencoba beliau
dengan mengambil satu per satu anaknya sebagaimana dahulu mengambil satu per
satu orang tuanya tatkala beliau membutuhkan mereka; ayah, ibu, kakek, dan
pamannya. Hanya anaknya Fatimah yang wafat setelah Nabi Muhammad shallallahu
‘alaihi wa sallam. Dengan bertubi tubinya cobaan seperti ini beliau tetap kokoh
menjadi manusia yang sabar dan tetap taat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar