Kamis, 11 April 2019

Tahapan Mendidik Anak (50)


“INSPIRASI PAGI”
VOL 89
“TAHAPAN MENDIDIK ANAK”


Lima puluh : Siap Menghadapi Yang tak Terduga.

Rasulullah sangat bersedih dengan kepergian putra kecilnya yang menjadi penyejuk hatinya ini. Ketika Ibrahim wafat, Rasulullah SAW bersabda : 

إن العين تدمع، والقلب يحزن، ولا نقول إلا ما يُرْضِى ربنا، وإنا بفراقك يا إبراهيم لمحزونون
رواه البخاري

Artinya :  “Sesungguhnya mata ini menitikkan air mata dan hati ini bersedih, namun kami tidak mengatakan sesuatu yang tidak diridhai Rab kami. Sesungguhnya kami bersedih dengan kepergianmu wahai Ibrahim”. (HR. Bukhari).

KETERANGAN :

Ketika suatu saat misalkan anak kesayangan diambil oleh Allah maka maka apa yang harus orangtua perbuat ?  Dalam hadits ini suri tauladan kita nabi Muhammad saw memberikan contoh bagaimana harus tetap tabah ketika ditinggal oleh si buah hati.  Beliau mencontohkan untuk boleh bersedih dan menangis, namun beliau tidak berlebihan di dalam kesedihannya. Maksudnya beliau hanya bersedih di hati dan dilampiaskan degan kucuran air mata, tidak ada ada pelampiasan dalam bentuk perkataan, tindakan atau perbuatan. Ini contoh mulia dari Nabi saw.  Keadaan yang tak terduka seperti ini juga harus kita mengerti bersama, pasalnya kita dan apa yang menjadi milik kita ini hakekatnya adalah titipan dari Allah, maka harus siap suatu saat barang titipan tersebut diambil oleh pemiliknya. 

Dengan menyadari hal ini, maka orang tua akan menjadi orangtua yang bijaksana, sehingga suatu saat nanti Allah akan memberi anugerah anak yang lebih baik lagi.  Sebagai pengetahuan saja, bahwa Ibrahim dilahirkan pada tahun 8 H di Kota Madinah. Dia adalah anak terakhir dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dilahirkan dari rahim Maria al-Qibthiyah radhiallahu ‘anha. Maria adalah seorang budak yang diberikan Muqauqis, penguasa Mesir, kepada Rasulullah. Lalu Maria mengucapkan syahadat dan dinikahi oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Usia Ibrahim tidak panjang, ia wafat pada tahun 10 H saat berusia 17 atau 18 bulan.

Nabi Muhammad adalah manusia paling kuat dan tabah. Tidak ada manusia yang cobaannya melebihi cobaan beliau.   Kalau kita perhatikan perjalanan hidup Rasulullah bersama anak-anaknya, niscaya kita dapati pelajaran dan hikmah yang banyak. Allah Ta’ala mengaruniakan beliau 3 putra dan 4 putri yang merupakan tanda kesempurnaan beliau sebagai manusia. Namun Allah juga mencoba beliau dengan mengambil satu per satu anaknya sebagaimana dahulu mengambil satu per satu orang tuanya tatkala beliau membutuhkan mereka; ayah, ibu, kakek, dan pamannya. Hanya anaknya Fatimah yang wafat setelah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dengan bertubi tubinya cobaan seperti ini beliau tetap kokoh menjadi manusia yang sabar dan tetap taat. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar