Rabu, 06 Maret 2019

INSPIRASI PAGI Vol. 62 : TAHAPAN MENDIDIK ANAK (23)


“INSPIRASI PAGI”
VOL 62
“TAHAPAN MENDIDIK ANAK”



Ke Duapuluh tiga : Anak Adalah Generasi Penerus

إِنَّ أَطْيَبَ مَا أَكَلَ الرَّجُلُ مِنْ كَسْبِهِ، وَ إِنَّ وَلَدَهُ مِنْ كَسْبِهِ

Artinya : “Sesungguhnya sebaik-baik yang dimakan oleh seseorang adalah makanan yang dihasilkan dari usahanya sendiri.Dan sesungguhnya anak itu termasuk dari usahanya”. [HR.Abu Dawud (II/108), An-Nasa’i (II/211), At-Tirmidzi (II/287), Ad-Darimi (II/247), Ibnu Majah (II/2-430)]. 

KETERANGAN :

Kehadiran anak di tengah-tengah keluarga merupakan amanah yang sangat besar bagi kedua orang tuanya.  Oleh karenanya, para orang tua dituntut untuk senantiasa memperhatikan perkembangan jasmani dan rohani sang buah hati. 
Suami dan istri haruslah berusaha dengan sungguh-sungguh untuk memelihara keluarganya, dalam hal ini adalah anak-anaknya yang akan menjadi generasi penerus mereka kelak. Sebab anak merupakan usaha orang tuanya, yang dapat menjadi “simpanan” di akhirat, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diatas.

Usia anak-anak terbagi ke dalam dua tahapan hingga mencapai masa baligh-nya:

1.    Tahapan sebelum tamyiz 
2.    Tahapan   sesudah tamyiz. 

Tamyiz adalah masa dimana anak-anak telah dapat membedakan sesuatu dengan baik, mana yang baik untuk dirinya dan mana yang buruk atau berbahaya bagi dirinya.  Metode pendidikan terbaik bagi anak dalam usia sebelum tamyiz dan sesudah tamyiz adalah dengan jalan mendengar dan menyimak.

Karena pada usia tersebut, seorang anak memiliki ingatan yang amat kuat terhadap segala hal yang dilihat dan didengarnya. Itulah sebabnya, anak-anak pada zaman dahulu diketahui memiliki hafalan yang luar biasa, sebut saja seperti Imam Asy-Syafi’i, Imam Bukhari, dan yang lainnya. 

Sebagai orang tua yang masih memiliki anak  di usia kecil maka mari kita perbanyak memperdengarkan lantunan lantunan al Qur'an kepada si anak, karena usia inilah usia yang mudah bagi anak untuk menghafal. Sehingga jika kebiasaan mendengarkan ini kita lazimi, insya Allah anak tumbuh dengan membawa hafalan yang kuat dalam memorinya. Dan kita mempunyai generasi penerus yang ahli Qur'an. Amin. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar