Selasa, 19 Maret 2019

Tahapan Mendidik Anak (29)


“INSPIRASI PAGI”
VOL 68
“TAHAPAN MENDIDIK ANAK”


Duapuluh Sembilan : Memupuk Kesederhanaan.

Wasiat Luqman Al Hakim kepada anaknya : 

وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ إِنَّ أَنْكَرَ الْأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ

Artinya : Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai”. (Q.S: Luqman: 19).

KETERANGAN :

Di antara wasiat Luqman yang dikisahkan oleh Allah ‘azza WA jalla dalam Surat Luqman, tatkala dia berkata kepada anaknya agar supaya hidup sederhana, tidak banyak gaya.  Sederhana yang dimaksud disini adalah _tidak berlebih-lebihan dalam sesuatu,_ ketika berjalan, berjalanlah dengan sopan, jangan berjalan dengan keangkuhan dan kesombongan,  begitupun dalam berbicara. Kesederhanaan menggambarkan sebuah ketenangan dan  kesopanan tingkah laku_ yang merupakan buah dari budi pekerti mulia.

Makna “dan lunakkanlah suaramu” adalah jangan berlebihan dalam berbicara_ dan jangan mengeraskan suaramu dengan perkataan yang tidak ada faidahnya, karena seburuk-buruk suara ialah suara keledai. Al-Imam Mujahid dan yang lainnya mengatakan : “Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keledai, yakni yang paling buruk dari mengangkat suara adalah yang kerasnya menyerupai suara keledai”. Mengapa hidup sederhana demikian penting? Tidak lain karena sikap sederhana menghindarkan manusia dari sifat dengki yang membawa permusuhan. Bukankah banyak permasalahan hidup yang timbul gara-gara dipicu sikap atau tutur-kata yang berlebih-lebihan dan menyakitkan?.

Semoga kita dan keluarga kita selalu dibimbing kepada petunjuk-Nya,sehingga kita hidup mulia di dunia dengan islam dan mulia di akhirat dengan syurga-Nya. Amin. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar