“INSPIRASI PAGI”
VOL 68
“TAHAPAN MENDIDIK
ANAK”
Duapuluh
Sembilan : Memupuk Kesederhanaan.
Wasiat
Luqman Al Hakim kepada anaknya :
وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ إِنَّ أَنْكَرَ
الْأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ
Artinya
: “Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah
suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai”.
(Q.S: Luqman: 19).
KETERANGAN
:
Di
antara wasiat Luqman yang dikisahkan oleh Allah ‘azza WA jalla dalam Surat
Luqman, tatkala dia berkata kepada anaknya agar supaya hidup sederhana, tidak
banyak gaya. Sederhana yang dimaksud disini adalah _tidak
berlebih-lebihan dalam sesuatu,_ ketika berjalan, berjalanlah dengan sopan,
jangan berjalan dengan keangkuhan dan kesombongan, begitupun dalam
berbicara. Kesederhanaan menggambarkan sebuah ketenangan dan kesopanan
tingkah laku_ yang merupakan buah dari budi pekerti mulia.
Makna
“dan lunakkanlah suaramu” adalah jangan berlebihan dalam berbicara_ dan jangan
mengeraskan suaramu dengan perkataan yang tidak ada faidahnya, karena
seburuk-buruk suara ialah suara keledai. Al-Imam Mujahid dan yang lainnya
mengatakan : “Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keledai, yakni yang
paling buruk dari mengangkat suara adalah yang kerasnya menyerupai suara
keledai”. Mengapa hidup sederhana demikian penting? Tidak lain karena sikap
sederhana menghindarkan manusia dari sifat dengki yang membawa permusuhan.
Bukankah banyak permasalahan hidup yang timbul gara-gara dipicu sikap atau
tutur-kata yang berlebih-lebihan dan menyakitkan?.
Semoga
kita dan keluarga kita selalu dibimbing kepada petunjuk-Nya,sehingga kita hidup
mulia di dunia dengan islam dan mulia di akhirat dengan syurga-Nya. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar