“INSPIRASI PAGI”
VOL 76
“TAHAPAN MENDIDIK
ANAK”
Ketiga
puluh tujuh : Tirakat Orangtua Untuk Sang Anak.
Menginginkan
anak yang shalih, maka pertama kali orang tua juga harus sholeh terlebih
dahulu. Janganlah ia hanya mengharap anaknya menjadi baik, sedangkan ia sendiri
masih terus bergelimang dosa, masih sulit shalat, masih enggan menutup aurat,
misalnya.
Ada
seorang ulama yang bersusah payah untuk menambah jumlah sholat sunnahnya,
dengan harapan anak anaknya menjadi anak anak yang patuh dan sholeh.
Sa’id
bin Al-Musayyib pernah berkata pada anaknya :
لَأَزِيْدَنَّ فِي صَلاَتِي مِنْ أَجْلِكَ
“Wahai
anakku, sungguh aku terus menambah shalatku ini karenamu (agar kamu menjadi
shalih)”. (Jami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 1: 467).
Bukti
lain pula bahwa keshalihan orang tua berpengaruh pada anak, di antaranya kita
dapat melihat pada _kisah dua anak yatim yang dirinya dan harta warisannya
mendapat penjagaan Allah karena sebab ayahnya adalah orang yang shalih.
Silahkan
lihat dalam surat Al-Kahfi.
وَأَمَّا
الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلَامَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِي الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ
كَنْزٌ لَهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا
“Adapun
dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di
bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah
seorang yang shalih”. (QS. Al-Kahfi: 82).
Umar
bin ‘Abdil ‘Aziz pernah mengatakan:
مَا مِنْ مُؤْمِنٍ يَمُوْتُ إِلاَّ حَفِظَهُ اللهُ فِي عَقِبِهِ
وَعَقِبِ عَقِبِهِ
“Setiap mukmin yang meninggal dunia (di mana
ia terus memperhatikan kewajiban pada Allah), maka Allah akan senantiasa
menjaga anak dan keturunannya setelah itu”. (Jami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 1: 467).
Mari
kita berupaya menjadi orangtua yang sholeh, agar anak anak kita juga menjadi
anak yang sholeh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar