Senin, 25 Maret 2019

Tahapan Mendidik Anak (37)


“INSPIRASI PAGI”
VOL 76
“TAHAPAN MENDIDIK ANAK”


Ketiga puluh tujuh : Tirakat Orangtua Untuk Sang Anak.

Menginginkan anak yang shalih, maka pertama kali orang tua juga harus sholeh terlebih dahulu. Janganlah ia hanya mengharap anaknya menjadi baik, sedangkan ia sendiri masih terus bergelimang dosa, masih sulit shalat, masih enggan menutup aurat, misalnya.
Ada seorang ulama yang bersusah payah untuk menambah jumlah sholat sunnahnya, dengan harapan anak anaknya menjadi anak anak yang patuh dan sholeh. 
Sa’id bin Al-Musayyib pernah berkata pada anaknya :

لَأَزِيْدَنَّ فِي صَلاَتِي مِنْ أَجْلِكَ

“Wahai anakku, sungguh aku terus menambah shalatku ini karenamu (agar kamu menjadi shalih)”. (Jami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 1: 467).

Bukti lain pula bahwa keshalihan orang tua berpengaruh pada anak, di antaranya kita dapat melihat pada _kisah dua anak yatim yang dirinya dan harta warisannya mendapat penjagaan Allah karena sebab ayahnya adalah orang yang shalih.
Silahkan lihat dalam surat Al-Kahfi.

وَأَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلَامَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِي الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ كَنْزٌ لَهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا

“Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang shalih”. (QS. Al-Kahfi: 82). 

Umar bin ‘Abdil ‘Aziz pernah mengatakan: 

مَا مِنْ مُؤْمِنٍ يَمُوْتُ إِلاَّ حَفِظَهُ اللهُ فِي عَقِبِهِ وَعَقِبِ عَقِبِهِ

 “Setiap mukmin yang meninggal dunia (di mana ia terus memperhatikan kewajiban pada Allah), maka Allah akan senantiasa menjaga anak dan keturunannya setelah itu”. (Jami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 1: 467).

Mari kita berupaya menjadi orangtua yang sholeh, agar anak anak kita juga menjadi anak yang sholeh. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar