“INSPIRASI PAGI”
VOL 77
“TAHAPAN MENDIDIK
ANAK”
Ketigapuluh Delapan : Sunnah Dihari Kelahiran Anak.
عن أبي موسى - رضي الله عنه - قال:
)وُلد
لي غلامٌ، فأتيت به النبي - صلى الله عليه وسلم - فسمَّاه إبراهيم، فحنَّكه بتمرٍ،
ودعا له بالبركة، ودفعه إليَّ(
رواه
البخاري
Artinya : Dari Abu Musa Radhiallohu anhu beliau
berkata: “Aku dikaruniai seorang anak, maka akupun
membawanya ke Rasulullah sallallohu alaihi wasallam, beliaupun memberinya nama
Ibrahim, kemudian mentahniknya dengan kurma, dan mendoakan keberkahan untuknya
serta memberikannya kepadaku”. (HR. Al Bukhari ).
KETERANGAN :
Ada tiga sunnah yang beliau ajarkan kepada umatnya dalam merawat
bayi:
Ø Pertama memberi nama yang baik
Ø Kedua mentahnik
Ø
Ketiga mendoakan
keberkahan.
Sunnah RosuluLlah saw di hari pertama kelahiran ialah “mentahnik
bayi”. Cara mentahnik adalah orang yang mentahnik mengunyah kurma hingga agak
cair dan mudah ditelan, lalu ia membuka mulut si bayi, lalu ia menggosokkan
kunyahan kurma tadi di langit-langit mulutnya sehingga si bayi akan mencernanya
ke dalam kerongkongannya. Hendaknya yang melakukan tahnik adalah orang sholih
sehingga bisa diminta do’a keberkahannya, terserah yang mentahnik tersebut
laki-laki atau perempuan. Jika orang sholih tersebut tidak hadir, maka
hendaklah bayi tersebut yang didatangkan ke orang sholih tersebut.
Di samping mentahnik, penjelasan di atas juga menunjukkan
setelah ditahnik hendaknya orang yang mentahnik mendoakan keberkahan pada si
bayi. Yang dimaksud keberkahan adalah tetapnya dan bertambahnya kebaikan.
Do’a keberkahan di sini seperti do’a :
Allahumma baarik fiih (Ya Allah, berkahilah dia), atau boleh pula
dengan do’a keberkahan lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar