“INSPIRASI PAGI”
VOL 82
“TAHAPAN MENDIDIK
ANAK”
Empat
puluh Tiga : Wasiat Penting Untuk Anak.
أَمْ كُنتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ الْمَوْتُ إِذْ
قَالَ لِبَنِيهِ: مَا تَعْبُدُونَ مِن بَعْدِي
قَالُوا : ))نَعْبُدُ إِلَٰهَكَ وَإِلَٰهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ
وَإِسْحَاقَ إِلَٰهًا وَاحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ((
البقرة: ١٣٣
Artinya :
“Adakah kamu hadir ketika Ya’qub
kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang
kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan
Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa
dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”. (Al-Baqarah:133)
KETERANGAN
:
Hal
yang seharusnya dikhawatirkan orang tua kepada anak adalah “agama”. Orangtua
harus benar benar menanamkan dalam dalam keimanan ke lubuk hati
anak. Nabi Ya'qub memberikan teladan sebagai seorang bapak yang sangat
peduli dengan agama anaknya. Wasiat yang beliau sampaikan kepada putranya
sebelum wafat beliau adalah agama. Beliau berwasiat sepeninggalan beliau jangan
sampai anak anaknya pada lepas dari agama Islam.
Hal
ini menarik. Ketika manusia saling berwasiat kepada anak tentang harta benda
dan materi dunia, namun Nabi Ya'qub sebagai orang yang sholeh memberikan wasiat
yang sesungguhnya, yaitu _wasiat untuk tetap memeluk agama Islam._ Karena hanya
dengan Islam lah manusia bisa mulia dunia akhirat. Dengan Islam lah manusia
terbebas dari pedihnya api neraka. Di jelaskan bahwa Nabi Yaq’ub adalah
putra Nabi Ishaq as. Dia dibesarkan dan diasuh kakek Bani Israil. Beliau wafat
tahun 989 M dan dikuburkan bersama kakeknya Nabi Ibrahim as dan ayahnya Ishaq
di Al Khalil tepi barat sungai Yordan.
Selanjutnya
ayat diatas menjelaskan wasiat itu dengan bentuk yang sangat menyakinkan. Ketika
mereka( anak anak itu) ditanya oleh Nabi Yaqub, lalu mereka sendiri menjawab,
jawaban itulah yang merupakan wasiat Yaq’ub. Terlihat dari jawaban di atas
sangatlah gamblang bahwa Tuhan yang mereka sembah tidak dua atau tiga tapi satu
Allah SWT. Salah besar jika dihukumi bahwa agama nabi Ya'qub bukan Islam.
Sebab hanya Islamlah yang mengakui tauhid (tuhan yang Esa). Singkatnya,
mari kita sebagai orangtua menjadi orang tua yang peduli dengan keteguhan agama
sang anak, jangan hanya memikirkan kebutuhan materi semata, namun agama jauh
lebih penting dari segalanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar