Senin, 01 April 2019

Tahapan Mendidik Anak (44)


“INSPIRASI PAGI”
VOL 83
“TAHAPAN MENDIDIK ANAK”


Empat puluh empat : Anak menyimpang, salah siapa?.

))وَهِيَ تَجْرِي بِهِمْ فِي مَوْجٍ كَالْجِبَالِ وَنَادَىٰ نُوحٌ ابْنَهُ وَكَانَ فِي مَعْزِلٍ يَا بُنَيَّ ارْكَب مَّعَنَا وَلَا تَكُن مَّعَ الْكَافِرِين((
}هود: ٤٢{

Artinya :  “Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya, sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil : “Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir”. (QS Hud:42).

KETERANGAN :

Karena sikap keras kepala dan pembangkangan kaum Nabi Nuh as terhadap seruan tauhid, maka Allah Swt memberitahukan kepada Nabi Nuh bahwa Dia akan menurunkan azab dan siksaan-Nya kepada orang-orang kafir itu. Allah memerintahkan Nabi Nuh agar membuat sebuah bahtera besar, sehingga sewaktu azab tersebut turun, bahtera itu akan menjadi alat perantara bagi orang-orang mukmin untuk menyelamatkan diri. Akhirnya datanglah azab Allah.
Air yang meluap dari perut bumi dan turunnya hujan lebat, telah menimbulkan banjir yang besar dan dahsyat. Seperti yang diungkapkan oleh ayat ini, gelombang air itu tinggi seperti gunung dan menghempaskan segala suatu di muka bumi. Namun sayangnya putra Nabi Nuh as sendiri memilih berpisah dari jalan ayahnya dan bergabung bersama orang-orang kafir. Karena itu, dia tidak mau naik bahtera Nabi Nuh. Akan tetapi, naluri seorang ayah terhadap anaknya membuat Nabi Nuh sampai pada detik-detik terakhir memanggil-manggil Kan'an dan berusaha mengajaknya agar beriman kepada Allah dan meninggalkan orang-orang kafir Hikmah dari cerita ini adalah bahwa “setiap orang tua bertanggung jawab terhadap nasib anak-anak mereka”. Terutama nasib keselamatan mereka dari fitnah kekafiran dan juga siksa Allah.

Banyak orangtua yang hanya menghawatirkan keselamatan anak dari gangguan fisik dunia, namun tidak peduli dengan nasib keselamatan anak  dari penyimpangan dan pedihnya siksa Allah Orangtua “harus ekstra membina anak agar selamat aqidah dan selamat dari murka Allah”, sesibuk apapun orangtua haruslah tetap perhatian terhadap perkembangan anak.  Lingkungan atau teman bergaul akan sangat berpengaruh terhadap pemikiran dan prinsip hidup.  Bergabung bersama orang-orang kafir akan menjauhkan manusia dari jalan kebenaran, meski andai dia adalah anak Nabi sekalipun. Sebaliknya bergabung dengan orang orang baik akan mengajak mereka kepada kebaikan pula. Maka,  mari kita arahkan anak anak kita untuk hanya bergaul dengan teman teman yang baik, agar anak terpengaruhi oleh kebaikan mereka. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar